Makalah Sejarah Kelas X | AktivitasManusia Yang Terbatas Dalam Ruang dan Waktu Serta Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Manusia Di Masa Kini
1.1 Latar Belakang
Manusia, dan beberapa entitas dapat dikatakan terjebak di dalam dimensi ke tiga tersebut. Namun ada beberapa saat dimana waktu dan ruang menjadi lebih fleksibel. Itulah ketika string theory bekerja, sebuah teori di atas teori relativitas einstein. Barangkali, orang-orang kita lebih biasa menyebutkan fleksibilitas ruang dan waktu ini sebagai sebuah dejavu, supranatural atau gaib. Semua itu dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, hanya perlu waktu untuk menentukan segalanya.
Readmore...
Sebuah perjalanan panjang kehidupan manusia adalah sebuah ketidakpastian di dalam kebimbangan dan keputus asaan. Sautu kegetiran yang dipenuhi dengan harapan-harapan kosong dan angan yang tak kunjung diraih. Di satu saat, sebuah bara api menyala membahana dan berkobar-kobar. Di saat lain dinginnya es merengut seluruh kesadaran dari pemikiran terdalam. Dan terkadang, dari sanalah kita mulai bertanya-tanya tentang apa itu kehidupan? Tentang mengapa kita dilahirkan? Apakah Tuhan memberikan kita sebuah misi untuk kita jalani. Layaknya nabi-nabi di masa lalu. Atau kita hanya lahir tidak lebih dari suatu hasil proses alam yang tidak mempunyai ujung.
Tidak akan mungkin terlepas darinya dan tidak mungkin pula menjadi entitas tersendiri. Barangkali, kita sebut saja itu sebuah takdir. Takdir dari kehadiran kita di sebuah tempat yang fana. Dari sanalah sebaiknya pikiran kita dimulai. Dari satu definisi titik tolak yang tak bisa diubah. Bahwa “manusia adalah entitas yang terjebak dalam ruang dan waktu.”
Ruang dan waktu tidak lah sejauh maupun sedekat angan kita terhadap sebuah persepsi yang ganjil. Ruang dan waktu juga bukanlah sebuah dimensi luar yang sulit untuk dijangkau. Ruang dan waktu adalah saat ini, di sini, di waktu ini. Sebuah entitas kosmos raksasa yang membawa sebuah dimensi berjalan ke arah sebuah jalur linear yang tak mungkin kembali dan tak juga mempunyai ujung. Sebuah deret ukur tipis yang akan menggilas entitas-entitas lain yang tidak perlu dan menghalanginya. Sebuah kekuatan yang tidak dapat dilawan dan sebuah kekuatan yang tidak dapat dibayangkan.
Ruang dan waktu adalah sebuah substansi yang dihasilkan setelah ledakan Big-Bang. Sebuah entitas yang begitu saja terbentuk karena meledaknya sebuah energi, yang menimbulkan tempat untuk berkembangnya kosmos, tidak terkecuali diri masing-masing kita. Hampir dikatakan bisa dikatakan bahwa ruang dan waktu adalah sebuah efek samping dari ledakan yang luar biasa itu. Lalu apa sebelum Big Bang? Adakah ruang dan waktu? Ataukah ruang dan waktu itu benar-benar unik terjadi setelah adanya ledakan? Tidak ada jawaban pasti untuk memenuhinya. Barangkali jika ditanya konsep dan ruang waktu seperti yang kita kenal sekarang ini, jawabannya hampir pasti adalah tidak. Di luar alam semesta barangkali sama sekali tidak ada ruang dan waktu seperti yang kita bayangkan. Mereka adalah sekumpulan entitas yang lain. Yang tidak terbatas oleh suatu hal yang ada di dalam realita kita.
Manusia adalah makhluk yang berada di dalam dimensi ke 3. Artinya kita terikat oleh ruang dan waktu yang membentuk dimensi ke tiga. Diyakini oleh para ilmuwan, bahwa alam semesta ini, setidaknya alam semesta yang kita ketahui mempunyai sebelas tingkat dimensi. Tingkat dimensi yang lebih bawah tidak dapat mempengaruhi kejadian di tingkat dimensi diatasnya, namun sebaliknya kejadian di tingkat dimensi atas dapat mempengaruhi kejadian dimensi di bawahnya.
Manusia, dan beberapa entitas dapat dikatakan terjebak di dalam dimensi ke tiga tersebut. Namun ada beberapa saat dimana waktu dan ruang menjadi lebih fleksibel. Itulah ketika string theory bekerja, sebuah teori di atas teori relativitas einstein. Barangkali, orang-orang kita lebih biasa menyebutkan fleksibilitas ruang dan waktu ini sebagai sebuah dejavu, supranatural atau gaib. Semua itu dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, hanya perlu waktu untuk menentukan segalanya.