Kepastian Nasib Erwin Dutunggu Keluarga
SOLO, - Keluarga Erwin Suratman, satu dari tiga orang yang diduga ditangkap polisi antiteror di Sukoharjo dan Solo karena terkait terorisme berharap mendapat kepastian secepatnya mengenai nasib Erwin. Keluarga mengetahui penangkapan Erwin hanya melalui pemberitaan di media massa.
"Saya dengar di televisi yang ditangkap Erwin, tetapi itu anak saya atau bukan belum jelas," kata Semin (55), ayah Erwin, Jumat (14/5).
Keluarga Erwin tinggal di sebuah rumah sangat sederhana di Kampung Semanggi, Solo. Menurut Semin, Erwin baru dua bulan ini bekerja di bengkel aki. Ia baru sekali menerima gaji Rp 300.000.
Setiap pagi, Erwin membantu menjual barang loak di Pasar Klithikan, Notoharjo, Semanggi yang dikumpulkan ayahnya. Dua jam setelahnya, Erwin akan bertolak ke tempat kerjanya di kios setrum aki di Baki, Sukoharjo yang kemudian digerebek polisi antiteror Kamis (13/5) lalu.
"Sehabis shubuh, ia biasanya buka lapak selama dua jam sementara saya mencari rosokan . Setelah itu ia pergi ke kios aki. Sejak bekerja di sana, Erwin tidak lagi tidur di rumah karena harus menunggui kios," kata Semin.
Waskito, pemilik bengkel motor balap yang lokasinya bersebelahan persis dengan kios aki yang dijaga Erwin mengatakan, setiap sore ia melihat Erwin menutup kios dan pergi. Baru malam hari atau pagi-pagi sekali Erwin kembali ke kios.
Pemilik kios di Baki, Hari Wibowo mengungkapkan, kiosnya dikontrakkan selama setahun kepada Erwin dengan sewa Rp 4 juta mulai 10 Maret lalu. Erwin menandatangani perjanjian kontrak kios dengan Hari. Hari mengungkapkan, Rabu (12/5) malam selepas maghrib, Erwin masih datang ke rumahnya untuk membayar tagihan listrik kios.
"Kios itu baru setahun saya bangun. Saya pakai untuk buka bengkel tetapi tidak laku, lalu saya pasang papan menawarkan dikontrakkan. Kemudian ada seseorang bernama Sungkono menelepon saya lalu datang bersama Erwin, katanya akan membuka bengkel strum aki," kata Hari, warga Ngronggah, Sanggrahan, Sukoharjo.
Sungkono di rumahnya yang berjarak 1 kilometer dari rumah Hari juga membuka bengkel setrum aki. Saat didatangi di rumahnya, istri Sungkono mengaku, suaminya sedang sakit sehingga tidak bisa keluar.
0 comments:
Posting Komentar