Senin, 03 Mei 2010

Peringatan AS Kepada India Atas Serangan teroris

Pemerintah Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, Sabtu, memperingatkan India tentang kemungkinan serangan baru kelompok militan ke New Delhi.

Mereka juga mengingatkan para warga negaranya yang hendak berkunjung ke ibu kota India itu agar meningkatkan kewaspadaan mereka.

Selandia Baru juga mengeluarkan peringatan yang sama. Wellington menyebut adanya "risiko ekstrim" aksi terorisme di India di tengah upaya New Delhi meyakinkan kembali dunia bahwa dia mampu menggelar Pesta Olahraga Persemakmuran Oktober mendatang dengan aman.


Kedubes AS di New Delhi menegaskan adanya indikasi kuat rencana serangan teroris di kota itu. Karena itu, para turis Amerika diminta menghindari berbagai tempat belanja populer di New Delhi.

Menanggapi peringatan dari sejumlah negara Barat itu, kepolisian New Delhi meningkatkan kewaspadaannya.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri India, Ravindra Singh, menegaskan bahwa keamanan di negaranya relatif kondusif. "Keamanan cukup," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, India yang bertetangga dengan Pakistan menjadi sasaran serangan kelompok militan.

Pada September 2008 misalnya serangkaian serangan teroris terjadi di pusat perbelanjaan padat kota New Delhi. Sebanyak 22 orang tewas dan 100 orang lainnya luka-luka dalam insiden itu.

Keamanan India menjelang penyelenggaraan Pesta Olahraga Persemakmuran yang akan diikuti sekitar 8.000 atlet Oktober mendatang juga sempat terganggu dua serangan bom berintensitas rendah di sebuah stadion kriket April lalu.

Dalam serangan bom yang terjadi di Stadion Kriket "Chinnaswamy", kota Bangalore, sedikitnya delapan orang terluka.

Pada Februari lalu, teroris juga menyerang sebuah restoran di kota Pune, India. Sedikitnya 16 orang tewas dalam insiden tersebut.

0 comments:

  © NUMPANG share template Newspaper Style by pak ELA

Back to TOP