Senin, 10 Mei 2010

Lebih Dari 100 Orang Tewas Karena Generator Di Gaza

Palestina, - Di wilayah Gaza yang penuh luka perang, generator menjadi pembunuh paling akhir. Lebih dari seratus orang Palestina tewas karena pembangkit listrik itu.

Pemadaman listrik yang lama kerap mendorong orang berlomba-lomba mendapatkan mesin bertenaga diesel yang dibawa masuk dari Mesir melalui terowongan penyelundupan itu.

Generator buatan China telah membawa sedikit cahaya bagi warga Gaza yang kegelapan karena pemadaman listrik bisa memakan waktu sampai 16 jam lamanya.

Namun, mesin itu juga menyebabkan sejumlah keluarga berduka.


”Orang mengalami kecelakaan saat menyalakan generator sambil merokok di sebelah mesin itu, atau tidak menyadari bahaya emisi karbon monoksida,” kata Karl Shembri dari organisasi bantuan kemanusiaan Oxfam, yang mencoba mengajari warga Gaza menggunakan mesin-mesin generator itu dengan aman.

Tahun lalu, 87 orang tewas karena kebakaran atau keracunan karbon monoksida yang disebabkan oleh generator. Hal ini diutarakan Muawiya Hassanein yang memimpin layanan darurat Jalur Gaza. Sebanyak 23 orang lainnya tewas dalam empat bulan pertama tahun 2010.

Naseem Abu Jamaei (48) kehilangan tiga dari enam anaknya dalam suatu kebakaran yang disebabkan bahan bakar generator yang disimpan di dapurnya tumpah. Adapun tiga anaknya yang lain cedera.

Eenam Abu Nada dan putrinya yang berusia 20 tahun termasuk yang beruntung. Suatu malam bulan Februari, ketika ada pemadaman listrik, keduanya mengetik di lantai bawah tanah apartemen mereka dengan sebuah generator bekerja. Mereka menutup pintu agar tidak mengganggu para tetangga.

Beberapa jam kemudian, putri Abu Nada pingsan dan sang ibu tidak bisa bangkit selama 20 menit yang penuh penderitaan. Suaminya akhirnya melarikan keduanya ke rumah sakit di mana dokternya mengatakan mereka termasuk beruntung.

”Kini kami sehat-sehat saja, alhamdulillah, dan kami mengajarkan sebuah pelajaran penting bagi orang lain. Kami mengatakan kepada semua orang jangan pernah menggunakan sebuah generator di dalam ruangan atau dekat api,” kata Abu Nada, yang kini adalah tokoh dalam kampanye Oxfam itu.

Kelompok bantuan kemanusiaan itu telah membagikan 20.000 brosur ke klinik-klinik, sekolah-sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya memberikan instruksi langkah demi langkah penggunaan generator yang aman.

Pemadaman listrik bukan hal baru bagi enclave terkepung di pesisir itu, tapi tahun ini pemadaman semakin parah, menyebabkan orang ramai-ramai membeli generator yang relatif murah itu.

0 comments:

  © NUMPANG share template Newspaper Style by pak ELA

Back to TOP