Senin, 06 Desember 2010

UNESCOSat Peneliti Kotoran Manusia

Florida,- UNESCOSat saat ini sedang mengadakan penelitian mengenai kotoran manusia. Satelit penelitian ini diterbangkan keluar angkasa untuk meneliti apakah kotoran manusia dapat digunakan menjadi sumber energi di luar angkasa di masa mendatang.

Proyek ini dipelopori oleh ilmuwan-ilmuwan dari florida, saat ini mereka memfokuskan penelitian terhadap bakteri yang dikenal dengan nama Shewanella,yang dapat menguraikan kotoran manusia menjadi hidrogen,sehingga dapat digunakan untuk fuel cell.
""Ini adalah suatu potensi yang bisa digunakan untuk bisa mengolah kotoran untuk membangkitkan listrik pada setiap misi kemanusiaaan ke luar angkasa," kata Donald Platt, Program Director for Space Sciences, Florida Institute of Technology, seperti dikutip dari situs Discovery.

Para ilmuwan akan melakukan penelitian apakah mikroba tersebut bisa bertahan dan hidup di luar angkasa. Rencananya mikroba ini akan diterbangkan dengan eksperimen skunder lain milik PBB.

Satelit misi Milik UNESCO ini dijadwalkan akan meluncur tahun depan. Percobaan kali ini dilakukan dalam satelit kontainer kecil,bernama CubeSat, yang beratnya sekitar 2 pon atau 907 gram dan bentuknya seperti kubus dengan sisi-sisi sepanjang 4 inci atau 10 cm. Peluncuran satelit ini bekerjasama denga pihak Rusia.

Rusia menyediakan roket peluncur dan sasis satelit UNESCOSat untuk menerbangkan CubeSat. Rusia mengusulkan misi edukasi PBB ini sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-50 kosmonot Yuri Gagarin, yang pada 12 April 1961, menjadi orang pertama yang berhasil mencapai luar angkasa.

Satelit UNESCOSat ini sebenarnya adalah sebuah kamera penginderaan jarak jauh, yang dioperasikan oleh para peneliti terutama dari berbagai negara berkembang di Afrika, Kepulauan Karibia dan negara-negara dunia ketiga lainnya.

UNESCOSat ini diharapkan bisa tetap mengorbit antara 3- 5 tahun. Adapun mikroba yang dibawa pada CubeSat dibekali dengan banyak makanan, yang akan habis dalam beberapa minggu. "Bila sesuatu terjadi, hal itu akan terjadi dengan cepat," kata Platt. Sebab, kata dia, di luar angkasa terdapat berbagai aspek unik.

"Kita tidak tahu apakah mikroba itu akan bisa hidup dan berkembang biak atau tidak. Pengujian di lab memang satu hal, tapi di luar angkasa akan terjadi banyak perubahan sistem biologis, baik itu yang baik, maupun yang buruk," katanya.

0 comments:

  © NUMPANG share template Newspaper Style by pak ELA

Back to TOP