Operasi Payback Simpatisan Wikileaks
Inggris,- Sejak Rabu,8 Desember 2010, simpatisan wikileaks mulai beraksi. Situs internet yang pertama mereka serang adalah Mastercard dan Visa. Serangan itu terjadi setelah kedua perusahaan tersebut memblokir aliran sumbangan ke laman pembocor rahasia As, Wikileaks.
Menurut laman harian telegraph, serangan itu mereka namakan "Operasi Payback". Sebelum kejadian itu terjadi mereka telah membuat suatu tekad akan melakukan perang didunia maya (cyber war) jika laman yang didirikan Julian tersebut mendapat serangan dari berbagai pihak karena sepak terjangnya mengungkapkan informasi sensitif berupa memo diplomatik rahasia As.
Operasi ini dilakukan kelompok hacker yang dikenal dengan julukan tanpa nama (Anymous) yang diduga beranggotakan 1.500 sampai 2.000 orang.
Setelah sempat membuat panik para pengguna Visa dan Mastercard, mereka juga menyerang laman milik mantan kandidat wakil presiden AS, Sarah Palin, dan kantor kejaksaan Swedia. Bagi para simpatisan wikileaks ini, mereka dianggap sebagai orang yang berupaya menghambat sepak terjang laman web tersebut dalam membongkar rahasia pemerintah Amerika Serikat.
Menurut laman harian telegraph, serangan itu mereka namakan "Operasi Payback". Sebelum kejadian itu terjadi mereka telah membuat suatu tekad akan melakukan perang didunia maya (cyber war) jika laman yang didirikan Julian tersebut mendapat serangan dari berbagai pihak karena sepak terjangnya mengungkapkan informasi sensitif berupa memo diplomatik rahasia As.
Operasi ini dilakukan kelompok hacker yang dikenal dengan julukan tanpa nama (Anymous) yang diduga beranggotakan 1.500 sampai 2.000 orang.
Setelah sempat membuat panik para pengguna Visa dan Mastercard, mereka juga menyerang laman milik mantan kandidat wakil presiden AS, Sarah Palin, dan kantor kejaksaan Swedia. Bagi para simpatisan wikileaks ini, mereka dianggap sebagai orang yang berupaya menghambat sepak terjang laman web tersebut dalam membongkar rahasia pemerintah Amerika Serikat.

0 comments:
Posting Komentar