Minggu, 14 November 2010

Akhirnya Aung San Suu Kyi Menghirup Udara Bebas

Myanmar,- Tak terlihat kesan lelah di wajah Aung San Suu Kyi. Perempuan berusia 65 tahun itu, sebagaimana warta AP dan AFP, Sabtu (13/11/2010), muncul di kompleks rumahnya di Rangoon. Ia melambaikan tangan ke arah pendukungnya.

Hari ini, memang, putri pahlawan Myanmar, Aung San, itu betul-betul menghirup udara bebas. Hari ini, masa penahanan rumah yang disematkan oleh junta militer berakhir. Artinya, hari ini, Aung San Suu Kyi menghirup udara bebas.
Suu Kyi berusaha berbicara kepada kerumunan massa, tetapi suara kerumunan terlalu keras. Sementara itu, polisi berusaha menenangkan massa, tetapi mereka tetap saja bersorak gembira.

Komite Nobel Norwegia, Sabtu (13/11/10), mengundang penerima hadiah perdamaian itu, Aung San Suu Kyi, ke Oslo. Ini dilakukan setelah junta Myanmar mencegahnya untuk mengambil hadiahnya pada 1991, kata kantor berita NTB.

Thorbjoern Jagland, ketua komite itu, mengatakan pemimpin demokrasi Myanmar yang telah dibebaskan dari tahanan rumah Sabtu itu sebaiknya melakukan perjalanan ke Oslo secepat mungkin. Dengan demikian, dia bisa menyampaikan pidato penerimaan tradisional bagi para pemenang hadiah perdamaian tersebut.

Hadiahnya telah diterima pada waktu itu oleh dua anak laki-lakinya, ketika ia dirintangi melakukan perjalanan ke Norwegia. Jagland meminta pemerintah Myanmar untuk memberi Suu Kyi jaminan, bahwa ia akan diperbolehkan kembali ke negaranya jika ia akan datang ke Norwegia.

"Saya kira ia tidak akan mau meninggalkan Burma tanpa jaminan seperti itu," katanya, menggunakan nama lama negara itu.

Pembebasannya merupakan dorongan bagi semua tawanan politik, termasuk penerima Nobel perdamaian 2010 Liu Xiaobo, dari China.

Menlu Norwegia Jonas Gahr Stoere, menyambut baik pembebasan Suu Kyi setelah tujuh tahun sebagai tawanan di rumahnya sendiri. Dia mengatakan, Suu Kyi akan dapat menikmati semua kebebasan yang merupakan haknya, termasuk kebebasan untuk melakukan perjalanan ke manapun ia inginkan dan untuk berbicara pada siapapun yang ia inginkan.

Pada waktu yang bersamaan pula Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-moon, serta para pejabat tinggi PBB, menyambut baik pembebasan pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi pada Sabtu (13/11/10)--sepekan setelah dilangsungkannya pemilihan umum pertama kalinya dalam 20 tahun di Myanmar.

"Kemuliaan dan keberaniannya (Suu Kyi) menghadapi ketidakadilan telah memberikan inspirasi kepada banyak orang di dunia, termasuk Sekretaris Jenderal (PBB), yang sudah lama mendukung kebebasannya," kata Ban dalam pernyataan yang dikeluarkan Markas Besar PBB, New York, Sabtu (13/11/10).

Sejalan dengan itu, Sekjen PBB mendesak pihak berwenang Myanmar untuk membebaskan juga semua tahanan politik.

0 comments:

  © NUMPANG share template Newspaper Style by pak ELA

Back to TOP