Sekitar 2000 Orang Dievakuasi Dari Lereng Gunung Sinabung
Medan ,- Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan asap tebal. Ratusan warga dari 15 desa pun mengungsi.
Mereka mengungsi ke Kecamatan Brastagi dan Kecamatan Kabanjahe.
Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden bidang bencana Andi Arif dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (27/8/2010).
Desa-desa yang sudah dievakuasi yaitu Desa Sigarang-garang, Desa Kuta Rakyat, Desa Gugung, Desa Sukanalu, Desa Simacem, Desa Bakera, Desa Berastepu, Desa Sukadebi, Desa Kuta Tonggal, Desa Sukatepu, Desa Kuta Tengah, Desa Gambir, Desa Deskati, Desa Gung Pinto dan Desa Kuta Belin
"Posisi desa-desa tersebut terdekat dengan kaki Gunung Sinabung," kata Andi.
Desa tersebut berada di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Naman, Kecamatan Naman Teran, dan Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumut. Sementara warga Kecamatan Brastagi mengatakan sudah banyak warga dari 3 kecamatan yang mengungsi ke wilayahnya bermukim.
"Ini memang sudah banyak warga yang datang kemari karena khawatir ada letusan," kata Plawi (45), warga Kecamatan Brastagi tegasnya.
"Kejadian seperti itu sebelumnya tidak pernah terjadi dan banyak warga sempat panik melihat semburan debu putih dengan bau belerang itu," kata Hardi, warga Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namo Terang.
Menyusul adanya semburan itu ratusan warga di sekitar kaki gunung berapi yang masih aktif itu terpaksa mengungsi. Debu belerang juga menyebar hingga ke sejumlah jalan raya di Kabupaten Karo, sehingga cukup mengganggu pengguna jalan.
Intensitas semburan debu bercampur belerang yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Karo tersebut dirasakan mulai berkurang menjelang pukul 22.00 WIB atau dua jam pasca semburan awal.
Hardi menambahkan hingga menjelang Jumat tengah malam di desanya belum ada terlihat Tim SAR maupun petugas dari Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Pemkab Karo.
"Hingga kini, jumlah warga yang diungsikan sekitar 2.000an orang," kata dia.
Lokasi penampungan sementara tersebar di berbagai titik. Mulai dari Gedung DPRD Tanah Karo dan rumah sanak famili. Warga diungsikan dengan menggunakan truk. Sebagian masyarakat juga ditampung di sekolah-sekolah, gedung DPRD, dan jambur atau gedung tempat masyarakat Karo menggelar pesta.
Andi melanjutkan, informasi dari Kepala Desa Naman, Nusantara Sitepu, beberapa warga yang tidak sempat dievakuasi, sudah keluar dari desanya masing-masing.
Bahkan utusan BMKG Sumatera Utara sudah bertemu dengan masyarakat setempat untuk memberikan penjelasan perihal penyebab keluarnya asap dari Gunung Sinabung.
Mereka mengungsi ke Kecamatan Brastagi dan Kecamatan Kabanjahe.
Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden bidang bencana Andi Arif dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (27/8/2010).
Desa-desa yang sudah dievakuasi yaitu Desa Sigarang-garang, Desa Kuta Rakyat, Desa Gugung, Desa Sukanalu, Desa Simacem, Desa Bakera, Desa Berastepu, Desa Sukadebi, Desa Kuta Tonggal, Desa Sukatepu, Desa Kuta Tengah, Desa Gambir, Desa Deskati, Desa Gung Pinto dan Desa Kuta Belin
"Posisi desa-desa tersebut terdekat dengan kaki Gunung Sinabung," kata Andi.
Desa tersebut berada di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Naman, Kecamatan Naman Teran, dan Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumut. Sementara warga Kecamatan Brastagi mengatakan sudah banyak warga dari 3 kecamatan yang mengungsi ke wilayahnya bermukim.
"Ini memang sudah banyak warga yang datang kemari karena khawatir ada letusan," kata Plawi (45), warga Kecamatan Brastagi tegasnya.
"Kejadian seperti itu sebelumnya tidak pernah terjadi dan banyak warga sempat panik melihat semburan debu putih dengan bau belerang itu," kata Hardi, warga Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namo Terang.
Menyusul adanya semburan itu ratusan warga di sekitar kaki gunung berapi yang masih aktif itu terpaksa mengungsi. Debu belerang juga menyebar hingga ke sejumlah jalan raya di Kabupaten Karo, sehingga cukup mengganggu pengguna jalan.
Intensitas semburan debu bercampur belerang yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Karo tersebut dirasakan mulai berkurang menjelang pukul 22.00 WIB atau dua jam pasca semburan awal.
Hardi menambahkan hingga menjelang Jumat tengah malam di desanya belum ada terlihat Tim SAR maupun petugas dari Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Pemkab Karo.
"Hingga kini, jumlah warga yang diungsikan sekitar 2.000an orang," kata dia.
Lokasi penampungan sementara tersebar di berbagai titik. Mulai dari Gedung DPRD Tanah Karo dan rumah sanak famili. Warga diungsikan dengan menggunakan truk. Sebagian masyarakat juga ditampung di sekolah-sekolah, gedung DPRD, dan jambur atau gedung tempat masyarakat Karo menggelar pesta.
Andi melanjutkan, informasi dari Kepala Desa Naman, Nusantara Sitepu, beberapa warga yang tidak sempat dievakuasi, sudah keluar dari desanya masing-masing.
Bahkan utusan BMKG Sumatera Utara sudah bertemu dengan masyarakat setempat untuk memberikan penjelasan perihal penyebab keluarnya asap dari Gunung Sinabung.

0 comments:
Posting Komentar