Teroris Ingin Indonesia Menjadi Negara Islam Indonesia
JAKARTA,— Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengungkapkan, rencana kelompok teroris yang berlatih di pegunungan di Aceh Besar dibuat untuk melancarkan aksi pembunuhan terhadap para pejabat negara saat upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2010. Ketika semua pejabat negara berhasil dibunuh, termasuk Presiden dan Wakil Presiden, kata Kapolri, kelompok teroris akan mendeklarasikan Negara Islam Indonesia.
"Itu sudah direncanakan ada percepatan
negara demokrasi menjadi negara syariat Islam," kata Kapolri saat jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (14/5/2010). Ikut hadir, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Joko Suyanto dan para perwira tinggi Polri.
Kapolri menjelaskan, kelompok teroris akan menyerang saat upacara kenegaraan tersebut karena acara itu biasanya dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden, para menteri, pejabat negara, duta besar negara-negara, perwakilan negara sahabat, dan lain-lain. "Mereka akan serang dan melakukan pembunuhan. Semua pejabat negara akan jadi sasaran, termasuk tamu negara," ungkap Kapolri.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Polri telah mengungkap bahwa kelompok teroris Aceh akan menjadikan Aceh wilayah Qoidah Aminah atau basis perjuangan. Mereka akan menciptakan Negara Islam Indonesia dan Dulah Islam Asia Tenggara. Mereka juga telah melakukan survei tempat-tempat LSM atau NGO asing serta lokasi kantor pemerintahan di Aceh untuk melakukan penyerangan di sana.
Menkopolhukam meminta kepada semua pihak tidak memandang sebelah mata informasi yang disampaikan pihak Polri. "Apa yang disampaikan Kapolri bukan rekaan belaka, melainkan hasil penyelidikan terhadap pelaku-pelaku. Apa yang diungkap Kapolri tidak boleh dipandang isu tak mendasar," ungkapnya.
Untuk itu, kata Joko, pemerintah meminta kepada semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. "Ini musuh bersama. Kegiatan teroris ini tidak diinginkan oleh semua pihak," ujarnya.
0 comments:
Posting Komentar