Kamis, 13 Mei 2010

Kronologi Penyergapan Teroris Di Cililitan

JAKARTA,  — Satu orang disebutkan tewas dalam kejadian penyergapan di kawasan Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Rabu (12/5/2010). Rudi, salah seorang saksi mata, menuturkan, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB.


"Ada satu yang tewas ditembak. Dua lagi dipukuli sampai enggak berdaya terus langsung dibawa," kata Rudi, yang bekerja sebagai agen bus tak jauh dari lokasi.

Sebelum kejadian, ia mengatakan, ada satu orang turun dari sebuah taksi. Saat itu ia sudah ditunggu seseorang
yang duduk di atas motor di pinggir jalan. "Saya kira orang yang nungguin itu mau cari tiket bus pulang kampung. Tapi saya tanyain mau ke mana, dia diam aja," ujar Rudi.

Kemudian orang yang turun dari taksi itu menghampiri orang yang menunggu bersama motornya. "Yang naik taksi kemudian dikasih motor sama yang nungguin. Terus yang nungguin itu langsung pergi," ungkapnya.

Tak lama, sebanyak empat orang Densus 88 Antiteror langsung menyergap orang yang sudah mau naik motor itu. Rudi mengatakan, ia mendengar suara letusan senjata api sebelum kemudian terlihat orang tersebut sudah tergeletak bersimbah darah. "Setelah itu polisi ngejar yang satunya lagi yang udah jalan pergi. Saya lihat yang ditembak itu kena di perut, saya lihat udah tewas dan tergeletak gitu aja," terangnya.

Dikatakannya, seusai menembak satu orang tersebut, polisi langsung mengejar satu orang lainnya yang tadinya menjagai motor itu. Setelah sedikit aksi kejar-kejaran, Densus 88 berhasil meringkus orang kedua itu. "Dipukuli sampai nyerah. Langsung dipegangin," imbuhnya.

Tak lama berselang, masih di lokasi yang sama, Densus berpakaian preman juga meringkus seorang yang lainnya. Menurut Rudi, pada penyergapan yang ketiga ini sempat terjadi perlawanan. Saat Densus meringkus, orang tersebut sempat balik melawan dan memukul.

"Langsung dihajar polisi. Kepalanya dipukul pakai ujung pistol sampi bocor berdarah. Nih, darahnya masih berceceran," ujarnya menunjukkan lokasi kejadian.

Seusai kejadian penyergapan, polisi langsung membawa ketiga orang tersebut, termasuk satu yang tewas. Ia mengatakan, polisi tidak memberikan keterangan apa pun kepada warga yang masih terkaget-kaget dengan peristiwa itu. "Yang masih hidup dibawa naik mobil Kijang. Yang tewas dibawa naik Avanza," kata dia.

Pemantauan,lokasi kejadian ini masih lengang dari pengamanan polisi. Hanya ada ratusan warga yang silih berganti menonton di lokasi kejadian. Sementara belum ada garis polisi yang terpasang di lokasi.

0 comments:

  © NUMPANG share template Newspaper Style by pak ELA

Back to TOP