Jenazah Tersangka Teroris Saptono DiTolak Warga Lebak
BANTEN, - Warga Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menolak jenazah tersangka teroris Saptono alias Pak Tuo jika dihadiri oleh orang-orang luar daerah itu, dalam prosesi pemakamannya.
"Kami minta orang-orang luar itu tidak datang ke sini dan kami akan melakukan perlawanan jika mereka datang," kata Ketua Rukun Tetangga setempat, Dade, Kamis (13/5/2010).
Dade mengatakan, sebetulnya warga siap menerima kedatangan jenazah almarhum Saptono, adik kandung almarhum Jaja Pura Sudarma, yang juga telah dimakamkan di kampung halamannya.
Namun, kata dia, dengan catatan mereka (pihak keluarga) tidak mengundang jamaah dari luar daerah itu untuk datang guna menghadiri pemakaman karena proses pemakamannya dikhawatirkan akan dilakukan dengan cara-cara mereka sendiri.
"Kami tidak setuju jika mereka tak menghormati cara-cara kami di sini," katanya.
Dia juga mengatakan, pemakaman almarhum Jaja Pura Sudarma, tersangka teroris yang tewas di Aceh, pada Maret 2010 lalu warga tidak menerima dengan kedatangan mereka dengan cara menggotong mayat seperti membawa tas saja.
Apalagi, katanya, mayat itu tentu harus dihormati dan mengucapkan kalimat-kalimat "ilahi" karena dia pulang ke "rahmatullah".
Karena itu, warga akan menolak jika warga luar tidak menghargai aturan yang sudah berlangsung di kampung ini.
"Kami akan mengusir mereka dan siap melakukan perlawanan jika jamaah luar daerah itu memakamkannya," katanya.
Kediaman rumah orang tua Saptono di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, tampak sepi sejak mendengar pemberitaan di televisi bahwa salah satu korban penembakan petugas Detasemen atau Densus 88 Mabes Polri di Cikampek, Jawa Barat, di antaranya Saptono.
0 comments:
Posting Komentar