101 Luka Dan 7 Orang Tewas Di Thailand
BANGKOK, — Sebanyak tujuh orang tewas dan 101 lainnya terluka dalam bentrok jalanan antara pengunjuk rasa antipemerintah dan tentara Thailand di Bangkok, Jumat (14/5/2010).
Dengan demikian, sejak Kamis malam jumlah korban menjadi delapan orang tewas dan 112 terluka, termasuk seorang jenderal yang membangkang dan mendukung kelompok "Kaus Merah" yang kini kondisinya kritis.
Bentrokan pecah di beberapa lokasi di jantung kawasan komersial
Bangkok, Jumat, setelah tentara coba mendirikan sebuah perintang di sekitar perkemahan luas yang ditempati massa Kaus Merah. Bentrokan masih berlangsung hingga malam ini.
Pasukan keamanan merangsek maju untuk mendapatkan kembali kontrol atas jalan di dekat Suan Lum Night Bazaar, sebuah tempat yang populer di kalangan turis, setelah massa Kaus Merah tumpah ruah dari "benteng" mereka, yang sedang dikepung tentara.
Massa Kaus Merah yang mendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang terguling berusaha untuk menjatuhkan pemerintahan PM Abhisit Vejjajiva. Dalam aksinya itu, mereka melempar batu, menggunakan ketapel, dan meluncurkan kembang api kepada pasukan keamanan. Tiga wartawan, salah satunya seorang Kanada yang bekerja untuk saluran televisi Perancis 24, tertembak di kaki mereka ketika meliputi kerusuhan itu.
Pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran yang membakar tumpukan ban di jalan, menghanguskan sebuah bus polisi yang kosong, dan merusak kendaraan tentara. Suara tembakan masih menggema Jumat sore yang menyebabkan orang-orang melarikan diri dalam kepanikan.
Suasana tampak tegang di dalam perkemahan para demonstran yang dipasang kawat duri, ban truk yang telah disiram dengan kerosin, dan bambu runcing. "Abhisit sudah memulai perang sipil," kata Nattawut Saikuar, seorang anggota senior Kaus Merah. "Kami mendesak pemerintah menarik militer dan menghentikan semua kekerasan," katanya.
"Saya tidak tahu bagaimana kami dapat bertahan malam ini jika Abhisit tidak setuju untuk melakukan gencatan senjata. Kami berharap Abhisit tidak ingin perang," ujarnya.
Sebelumnya, sudah 37 orang tewas dan sekitar 1.000 orang terluka dalam serangkaian konfrontasi di Bangkok sejak aksi protes Kaus Merah dimulai pertengahan Maret lalu.
0 comments:
Posting Komentar