Tak Ada Firasat Akan Meninggalkan Keluarga untuk Selamanya
JAKARTA, - Kepergian Israel Jaya Mangunsong (27) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, koleganya di korps Satuan Polisi Pamong Praja DKI, maupun sahabat dekatnya. Israel meninggal dunia dalam kerusuhan di depan makam Mbah Priuk di Jalan TPU Dobo, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010).
Salah satu rekan korban menyebutkan, tidak memiliki firasat apa pun kalau sahabatnya itu akan pergi untuk selamanya. Pada Selasa (13/4/2010) malam, dia bersama Israel dan sejumlah anggota Satpol PP, berkumpul di kantor Wali Kota Jakarta Utara.
“Sebelum ke lokasi kejadian di Koja, kami semua masih makan seperti biasa,” ujar lelaki yang enggan disebut namanya itu.
Dia sendiri tidak mengetahui secara pasti kronologis kematian rekannya itu. Sebab, saat itu situasi di lapangan sangat kacau. Sehingga tidak tahu lagi siapa kawan siapa lawan. Kendati begitu, dia menduga Israel meregang nyawa lantaran terkena pukulan keras dari belakang saat mencoba menyelamatkan diri.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Tarakan, Djulaga, menjelaskan, Israel merupakan satu dari lima korban bentrokan di depan Makam Mbah Priuk yang dilarikan ke rumah sakit itu.
Selain Israel, ada anggota Satpol PP yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Tarakan, yakni Urip Widodo. Adapun tiga korban lainnya adalah warga, yaitu Ade Suprianto, Wahidi, dan Arman.
Sementara itu suasana duka hingga masih menyelimuti rumah Israel Jaya. Kerabat, rekan, dan warga sekitar tampak masih memenuhi rumah anggota Satpol PP itu untuk ikut berbelasungkawa.
Karangan bunga tertanda Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo serta Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono masih terpajang di pekarangan rumah mahasiswa semester IV di Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular, Jakarta Timur itu . Selain itu, keluarga besar dari berbagai daerah masih berdatangan untuk melihat jasad korban untuk terakhir kalinya.
0 comments:
Posting Komentar