Rabu, 07 April 2010

Gempa 7,2 Skala Richter Yang Melanda Aceh Diakibatkan Pergeseran Patahan Sesar Mentawai

Gempa berkekuatan 7,2 pada skala Richter (SR) yang mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (7/4) bisa jadi merupakan gempa baru.

"Gempa baru terjadi kemungkinan disebabkan pergerakan patahan (sesar) Mentawai yang merupakan sesar transform," kata pakar gempa Universitas Andalas Badrul Mustapa Kemal di Padang, Rabu (7/4).

BMKG mencatat titik pusat gempa berada sebelah Tenggara Sinabang, pada 2.33 LU-97.02 BT dengan kedalaman 34 km. Warga di Medan, Padang, dan Nias ikut merasakan guncangan gempa tersebut  terutama setelah terjadi tiga gempa susulan dengan kekuatan yang lebih rendah. Gempa susulan pertama terjadi pukul 05.26 WIB dengan kekuatan 5,1 SR. Gempa susulan kedua terjadi dua menit setelahnya dengan kekuatan 5 SR, dan gempa berikutnya pukul 05.34 WIB berkekuatan 5,2 SR.

Menurut Badrul, bencana alam yang terjadi  itu telah membuktikan bahwa gempa masih sulit diprediksi. "Sebab pada umumnya pakar berpendapat bahwa  setelah gempa Aceh dengan kekuatan 9,2 SR pada 26 Desember 2004, kemudian Nias dengan guncangan 8,7 SR pada 28 Maret 2005, yang telah lima bulan berlalu, daerah itu  sudah stabil. Ternyata belum," katanya.

Barangkali, katanya lagi,  ada kemungkinan lain dan kemudian ini juga bisa terjadi di Sumbar, walaupun kemungkinannya kecil. Ia berharap, mudah-mudahan gempa besar yang merusak di Sumbar tidak terjadi dalam waktu dekat.

Kendati pun adanya kemungkinan kalau harus terjadi, mudah-mudahan terjadinya lagi sesuai siklus 200 tahun. "Meskipun  demikian warga Sumbar harus selalu waspada. Karena itu,  bangunan apa saja terutama bangunan-bangunan besar untuk publik, hotel, mall, sekolah, kantor-kantor, rumah  yang akan dibangun dan lainnya harus dibangun sesuai standar bangunan ramah gempa," katanya

0 comments:

  © NUMPANG share template Newspaper Style by pak ELA

Back to TOP